6.10.2011

awas gan, bahaya laten PSP [ngakak inside !!!!]

hohoho..ini ane mau share lagi om,tante,kakak,adek..yang doyan main PSP alias pe-es-pe *hasyaah (-___-") hati-hati aja,jangan terlalu banyak main. udah ada korban loh..ini temen saya pribadi (maafkan aku de') hahaha...

buat yang belum tau PSP nih aku kasih PICT nya...kalau kurang besar nanti aku besarin pke......
(oh sh*t,aku belum tau cara besarin foto ! )

Photobucket


nah ini PICT korban dari PSP yang aku ceritain tadi.
 

Photobucket


ini kalau kurang dekat ...

Photobucket
cacad


hahaha...postingan ini cuma sekedar iseng loh, jangan dianggap serius. ^^v

Buat temanku Ade Rizal Pamungkas (sang model diatas :*) jangan marah ya, ini foto aku nemu waktu bongkar2 file lama..piss boy

suka musik ? masuk sini ...

Photobucket

selamat malam semua (hampir pagi sepertinya) tapi gpp kan masih gelap dan semangat masih jam 7 malam, hhoho\(^o^)/...
udah liat gambar diatas kan ? kali ini aku mau share ke teman-teman yang pada suka dengerin musik (streaming). aku punya link websitenya, mungkin udah banyak yang tau, tapi aku yakin yang belum tau juga banyak pastinya. langsung aja simak DISINI. ada berbagai macam jenis dan aliran musik loh.dijamin gak ada nyesalnya... buat yang jaringan inetnya dewa pasti pada senyam-senyum deh (^,^)...
tapi ane gak ada garansi kekecewaan buat yang jaringan inetnya "kura-kura lagi mules"(>_<)..hahaha...
oke deh..selamat mencoba

have a nice song to get a nice dream tonight (#bahasakacau)

5.30.2011

cerita minggu malam

Uhukk..uhukk..(sambil bersihkan debu). Udah lama banget aku gak ada buka ini blog. Maafkan saya blog udah jadi majikan yang jahat. Kamu mau maafin aku kan. Please … mau ya, aku janji bakal sering posting disini lagi. Sini cium dulu, mmmuach aku sayang kamu. Hhahaha, intermezzo yang cukup bikin kalian capek jalan ke wc buat muntah-muntah. Geli juga aku bacanya.

Cerita aku mulai dari keadaan sekeliling asrama ku. Seperti biasa, nih asrama gak ada bedanya sama tempat yang berjarak kira-kira dua puluh meter ke utara, ialah sebuah rumah masa depan manusia yang istilah kerennya “kuburan”. Asli sepi gila mampus, gak tau pada tidur atau pada ngeluyur orang-orangnya. Tumben banget perasaan. Tapi ntar dulu, coba lihat jam dinding asrama yang tepat di depan lorong kamar yang keliatan samar itu. Hah ? beneran ? gak salah ?? (iya bah) Ini udah jam 01.00 men ! bussiyet, pantes aja sepi. Udah pada ngorok makhluk asrama nih. Kecuali aku dan mesin ketik yang ada monitornya dihadapan mata panda ku. Alhamdulillah,sepertinya tamu istimewa tiap malamku datang nih, pak insomnia. Selamat datang pak insomnia, selamat bergabung di awal hari yang akan terasa gerah untuk dilewati. Dan terima kasih untuk mengurangi jadwal istirahatku. Wtf -___-“

Aku pengen kaya si Lahim (nama disamarkan karena tujuan yang tidak jelas) yang cepet banget “bubu”nya. Anak baru nih dia, belum pernah kuliah, masih labil, dan tentunya belum kenalan sama pak insomnia si pembuat kantung mata. Belum banyak terpengaruh polusi kebiasaan anak asrama yang keras dan berbau mistis (apa bah). soalnya si Lahim ini masih fresh dari kampung sana boy ! masih punya kebiasaan tidur jam 10 malem dan bangun pagi-pagi buat sekolah. Si Lahim yang malang, bisa kubayangkan nasibmu kalau kau sudah betah minum air zam-zam dari keran dapur asrama ini. Calon mahasiswa yang bercita-cita mengharumkan nama bantal dengan lukisan peta alami liur basi.

Cukup dengan si liur basi, kita kembali dengan suasana hening nan menakutkan (memang dasar aku penakut) yang ada disekitar asrama ketika jam malam. Bayangkan aja lampu-lampu yang biasanya menerangi teras dan halaman dalam ketika masih jam 7-9 malam, sekarang dimatikan. Untuk menghemat biaya listrik sih katanya (pake lilin boros gak ya ?).

Suara lagu keroncong terdengar perlahan saat ini, sepertinya tetangga di depan asrama ada yang memutar lagu tersebut. Entah ada maksud dan tujuan apa dia memutarnya di tengah waktu istirahat orang-orang sekitar kampung. Juwita malam, ya juwita malam lagu yang diputar itu. Samar namun kata-kata yang diucapkan penyanyinya lumayan jelas terdengar.

Selama aku menulis cerita ini ada beberapa orang yang lewat didepan asrama, yang paling aku kenal ialah bapak-bapak yang lagi nge-ronda. Ada bapak x, y, dan bapak z. aku lupa nama nya tapi sering ketemu kalau sholat dimesjid. Gak asing lah.

gak terasa nih, berapa jam udah aku habiskan untuk menemani tamu istimewaku tadi. Sambil menemaninya, aku mencoba untuk menceritakan yang aku rasakan sekarang. Yang udah aku tulis dengan kacau balau di atas. Dan sepertinya tamu istimewa di tengah mala ini udah mau pamitan. Dan mata merahku udah mulai meredup memaksa untuk segera ditutup. Nanti lagi aku sambung ceritanya, mungkin dengan cerita-cerita yang lebih baik dan lebih menarik dari yang udah kalian baca sekarang. Haha, maybe letter . good night, have a nightmare :p

1.11.2011

Kisah Garam dan Air

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi. datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama, la lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba. minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu. sambil meludah kesamping.
Pak Tua itu, sedikit tersenyum, la. lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air. mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi. "Bagaimana rasanya?".
"Segar", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. 'Tidak", jawab si anak muda.
Dengan bijak. Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. la lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.
Tapi kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu. akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.
Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas,buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

1.02.2011

life is choice !

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.

Bagaimana kamu dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."

"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.

Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?" Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku..

Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.

Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

apakah kamu siap menjadi dewasa Bag.1

selamat malam blog, maap bgt aku udah lama gak buka nih blog ! #bersihin sarang laba-laba. malam ini aku memikirkan tentang masa depanku nanti. sebuah pertanyaan pun muncul dari otak yang tidak seberapa canggih ini. Apakah aku sudah siap untuk menjadi dewasa ? sebuah pertanyaan yang harusnya tidak perlu lagi dipertanyakan. karena bagaimana pun jawabannya harus siap. karena 'roda kehidupan' gak akan parkir dan berhenti untuk beristirahat. ia akan terus berputar membawa kehidupan ke masa depan dengan segala macam ketakutan yang akan menghampiri.
aku juga pernah bertanya kepada sang maha pencipta yang maha tau segalanya, mengapa ini, mengapa itu, mengapa harus, mengapa dilarang ? tindakan bodoh memang, karena tuhan gak akan pernah menjawabnya langsung. hhe...
sekarang ini aku kuliah udah semester tiga, udah cukup lama dan udah mulai tau seluk beluk mencari alasan untuk jenuh dari tugas dan mata kuliah yang menurutku pribadi hanya sebuah isian essay monoton yang diulang-ulang(berat nih bahasa !). keseharianku kebanyakan ku habiskan di sebuah hunian tua dan cukup membuat bulu kuduk merinding #brrr..
kayaknya udah lari kemana-mana nih cerita dari judul sebelumnya. masalah kedewasaan ini siapa sih yang bisa menjelaskannya ? orang dewasa pun aku yakin belum tentu bisa menjelaskannya secara detail dan rinci. dan ketika mereka (orang-orang dewasa berumur diatas 20 tahun) ditanya, apakah anda orang yang dewasa, meskipun mereka menjawab "Ya, aku orang yang dewasa". apakah semuanya yakin dari dalam hati menjawabnya,tanpa bertanya di dalam hati,mereka sudah menjadi benar-benar dewasa atau belum.
simple memang masalah ini, tapi apakah remaja seperti aku semuanya telah memikirkan masalah itu ? aku yakin mungkin hanya sebagian orang aja yang memikirkan tentang persiapan untuk menjadi orang yang dewasa. belum lagi, masalah uang (memang si uang ini). kebanyakan orang - orang pra dewasa kurang memikirkan bagaimana mendapatkannya ? tapi kalau ditanya cara menghabiskan .. hahaha, jangan ditanya lagi !
pada masalah ini, aku mau berbagi sedikit pengalamanku, bagaimana caraku bermetamorfosis menjadi seekor "kupu-kupu" di kerasnya persaingan hidup yang membuatku berfikir semua yang aku rasakan gak pernah adil. keinginanku untuk membuat sesuatu hal baru dan berkreasi hanya sampai pada "mencuci beras" belum sampai "membuatnya menjadi nasi yang gurih". miris memang, semua hal yang ku inginkan terhalang banyak hambatan.
hadoh keriting tanganku, nanti disambung .... keep blogger broo

12.13.2010

Sekilas tentang Soedirman (miris banget)


Ini replika tandu pak Dirman yang dipakai untuk perang geriliya. Dengan keadaan yang sakit - sakitan dia tetap semangat memimpin rakyat untuk mengusir para penjajah dari tanah jawa. Bukan harta yang dia kejar, bukan untuk sebuah jabatan besar, bahkan beliau tidak di gaji sama sekali untuk masalah ini. Pada waktu itu Presiden pertama kita Bapak Soekarno ditahan Belanda dalam Agresi Militer (Aksi Polisionil) ke-2. Beliau menjual semua perhiasan istrinya hanya untuk modal peperangan yang beliau jalani. Berpindah dari hutan satu ke hutan yang lain. Dengan medan yang sangat berat dan dihantui oleh pengejaran tentara belanda dari jalur darat maupun udara. mirisnya keadaan beliau saat itu 'hanya memiliki paru-paru sebelah'.

dalam keadaan sakit parah (TBC & Paru2 tinggal satu) Pak Dirman memimpin tentara Indonesia dalam perang gerilya dari atas tandu.

tentara nasional indonesia perang dengan persiapan seadanya.

mereka berlari dari hutan satu ke hutaan yang lain, berjuang mempertahankan kemerdekaan indonesia demi anak cucu mereka.


Gerilya berdasar kepada taktik hit & run, dan ini ampuh untuk merontokkan moral Belanda.

Di tengah kondisi kesehatan beliau yg makin mengkhawatirkan itu, banyak pihak yg menyarankan agar beliau berhenti bergerilya, namun semangat juang beliau tak dapat dipatahkan oleh siapapun juga. Beliau terus gigih berjuang, tidak peduli lagi keselamatan dirinya. Bagi beliau, lebih baik hancur dan mati daripada tetap dijajah.

Berkat perjuangan yg tak kenal menyerah itulah, Belanda kewalahan secara militer. Kekuatan gerilya Pak Dirman luar biasa. Belanda hanya mampu menguasai perkotaan, sedangkan di luar itu, sudah masuk wilayah gerilya tentara dan pejuang kita. Di sisi lain, tekanan diplomatis terhadap Belanda juga bertubi2, karena dunia internasional melihat bahwa dengan eksistensi TNI yg ditunjukkan oleh Pak Dirman membuktikan bahwa Republik Indonesia itu ada, dan bukan sekedar kumpulan gerombolan ekstrimis seperti yg santer dipropagandakan Belanda.

Akhirnya, Belanda pun benar2 angkat tangan, dan terpaksa mengajak RI untuk berunding kembali. Perjanjian Roem Royen pun terwujud pada tanggal 7 Mei 1949, dimana Indonesia dan Belanda sepakat untuk mengakhiri permusuhan. Presiden pun telah dibebaskan oleh Belanda dan dikembalikan ke ibukota negara, waktu itu masih Yogyakarta. Namun ini masih belum final dan Pak Dirman tetap belum yakin dengan hasil perjanjian itu. Beliau tetap bersikeras melanjutkan perjuangan sampai seluruh tentara Belanda benar-benar hengkang dari tanah air.

Akhirnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX meminta kepada Kolonel Gatot Soebroto untuk menulis surat kepada Pak Dirman agar bersedia kembali ke ibukota. Berikut adalah penggalan surat Kolonel Gatot Soebroto yang meminta Pak Dirman untuk berhenti bergerilya dan beristirahat (di-EYD-kan):

"...tidak asing lagi bagi saya, tentu saya juga mempunyai pendirian begitu. Semua-semuanya Tuhan yang menentukan, tetapi sebagai manusia diharuskan ikhtiar. Begitu pula dengan keadaan adikku, karena kesehatannya terganggu harus ikhtiar, mengaso sungguh-sungguh, jangan mengalih apa-apa. Laat alles waaien.

Ini bukan supaya jangan mati konyol, tetapi supaya cita-cita adik tercapai. Meskipun buah-buahnya kita tidak turut memetik, melihat pohonnya subur, kita merasa gembira dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Yang Maha Kuasa.

Ini kali saya selaku Saudara tua dari adik minta ditaati..."

Pak Dirman pun akhirnya luluh. Bagaimanapun, perjuangan adalah jalan beliau, dan kini beliau menyadari, bahwa hasil perjuangan itu sudah mendekati akhirnya.

Sebagai persiapan pulangnya Pak Dirman ke ibukota, Sri Sultan pun mengirimkan pakaian kebesaran. Namun dengan halus dan bijaksana, kiriman itu beliau tolak. Pak Dirman memilih datang sebagaimana adanya sebagaimana ketika meninggalkan ibukota untuk bergerilya, dengan segala kekurangan dan penderitaan.

Beliau datang dengan tandu, dikawal banyak sekali anak buah beliau yang mencintai beliau. Setibanya di Gedung Agung, Presiden Soekarno langsung menyambut dan merangkul beliau.
Bung Karno merangkul Pak Dirman yg akhirnya tiba kembali di ibukota negara setelah berbulan2 bergerilya keluar masuk hutan. Bung Karno sendiri tidak tahan melihat kondisi Pak Dirman yang tampak kurus dan sangat lusuh...

Sayang sekali, seakan-akan senada dengan ucapan Pak Gatot Soebroto yg dibold di atas, Pak Dirman sepertinya memang ditakdirkan hanya untuk berjuang, bukan untuk menikmati kemerdekaan yg telah beliau perjuangkan. Beliau wafat dalam sakit beliau pada tanggal 29 Januari 1950, hanya berselang 1 bulan setelah pengakuan kedaulatan RI.
Pemakaman Pak Dirman, 29 Januari 1950, hanya 1 bulan berselang setelah Pengakuan Kedaulatan RI

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management